Bakal calon wakil gubernur Aceh, TA Khalid menjelaskan betapa pentingnya mengkaji kembali butir-butir MoU Helsinki, untuk kemudian dikomunikasikan dengan Jakarta. Poin terpenting yang harus diperjuangkan, katanya, adalah soal kewenangan Pemerintah Aceh ke depan.
“Bila ini tidak dituntaskan, maka tidak ada bedanya antara Aceh dengan provinsi lain di Indonesia. Dan ini menjadi pekerjaan rumah terberat yang harus dipikul,” kata TA Khalid dalam silaturrahmi bersama di City Coffee, Lhokseumawe, Selasa (4/10/2016).
Dalam pertemuan yang digagas PKS Kota Lhokseumawe tersebut, TA Khalid juga sempat menceritakan tentang kilas balik Pilkada tahun 2012 silam, yang mengantarkan pasangan Zikir ke tampuk pimpinan Pemerintah Aceh.
“Memang benar kata beberapa orang, MoU Helsinki itu tidak membuat rakyat Aceh kenyang, tapi lihatlah betapa banyak sudah dana otsus itu mengalir ke Aceh. Berapa banyak sudah sarana dan prasarana yang bisa dibangun dengan dana tersebut, tak terkecuali dayah dan masjid di pelbagai pelosok daerah. Dan itu karena adanya MoU ini,” ujarnya.
Karena itu, kata Dia, bersama Muzakir Manaf akan terus berjuang menyelamatkan MoU Helsinki agar terus dipenuhi Jakarta, demi Aceh yang lebih baikdan sejahtera. “Jangan sampai MoU Helnsinki bernasib sama dengan Ikrar Lamteh,” katanya.


0 komentar:
Posting Komentar