Banda aceh - Gubernur Aceh Zaini Adbullah atas nama rakyat Aceh melayangkan surat permohonan maaf kepada Raja Saudi Paduka Yang Mulia Raja Salman bin Abdul Azis Al Saud melalui Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia di Jakarta HE Mr. Mustafa Ibrahim Al Mubarak.
Surat bernomor 300/5079 itu diteken Gubernur Aceh tanggal 1 April 2016 dengan tembusan kepada Wapres, Mendagri dan Menlu tersebut disampaikan Gubernur Aceh terkait insiden pengibaran Aceh yang dilakukan oleh warga Aceh yang sedang menjalankan ibadah umrah di tanah Suci Mekkah beberapa waktu lalu.
“Indsiden pengibaran bendera Aceh yang dilakukan oleh warga Aceh yang sedang melaksanakan ibadah Umrah di Tanah Suci Mekkah merupakan tindakan yang dilakukan secara perorangan dan bukan perintah/anjuran dari Pemerintah Aceh,”
“Atas insiden tersebut, pemerintah Aceh dan seluruh rakyat Aceh menyampaikan permohonan maaf serta mengharapkan kiranya yang mulia duta besar berkenann menyampaikan permohonan maaf kami kepada paduka yang mulia Raja Salman Bin Abdul Aziaz Al Saud,” demikian klarifikasi Gubernur Aceh Zaini Abdullah
Sementara itu, Kepala Humas Pemerintah Aceh, Frans Delian yang dihubungi pada Jumat 8 April 2016 membenarkan bahwa surat tersebut dikirimkan oleh Pemerintah Aceh.
“Iya benar, suratnya dari Pemprov Aceh,” ujar Frans
Diberitakan sebelumnya, Ketua Partai Aceh Wilayah Aceh Utara, Zulkarnaini Hamzah atau biasa disapa Tengku Ni, mengibarkan Bendera Bulan Bintang saat sedang menjalani ibadah umrah. Pengibaran bendera tersebut dilakukan di Jabal Rahmah, Arab Saudi. Juru bicara Partai Aceh, Suaidi Sulaiman membenarkan adanya pengibaran oleh Teungku Ni tersebut.


0 komentar:
Posting Komentar