Kamis, 17 November 2016
07.13
Unknown
No comments
lhoksukon - sejumlah masyarakat menasah trieng, yang dulunya pekerja di areal tambak tersebut dapat menghasilkan uang untuk mencukupi keperluan sehari-hari,
dalam upaya menafkahi anak-anak mereka yang masih kecil, lumayan cukup.
menjelang perencanaan kantor bupati yang di rencanakan oleh bupati tarmizi karim masa kerja
1998 - 2004,justru telah kami izinkan, mungkin bermanfaat juga bagi kami masyarakat tentunya, itu pemikiran kami.. suatu upaya yang bagus bagi pembangunan di daerah lhoksukon.
ada beberapa hari yang dia mengontrol pembangunan dari tambak biasa di jadikan sebagai tambak proyek pembangunan kantor bupati bertempat di lhoksukon,
mungkin pembangunan itu hanya mimpi belaka, tidak ada kelanjutan membangun, tidak ada pengembangan atau bisa dibilang hanyalah mimpi masyarakat di siang bolong.
sirna sudah harapan kami, sirna sudah pekerjaan kami, yang kami tumpangi untuk bekerja dari dulu,
menafkahi anak-anak, tidak bisa lagi, pekerjaan semakin rumit, bagaimana kita bisa berkembang jika satu-satunya lahan pekerjaan masyarakat awam telah di sulap menjadi tambak mati.
timbul kontroversi,
"mengapa tarmizi karim yang rencananya membuat kantor bupati,
tapi mengapa sampai sekarang kantor bupati yang di inginkan tarmizi karim belum juga selesai sampai sekarang, dan mengapa yang tujuan tersebut seperti niat kosong semata, ataukah diwaktu itu hanya menginginkan penambahan periode sebagai bupati.
sungguh kami masyarakat lhoksukon tentunya, sangat kecewa terhadap masa pemerintahan tarmizi karim tersebut.
"kami kecewa terhadap masa pemerintahan tersebut, setingkat bupati, tak mampu membangun aceh utara, apalagi sedrajat gubernur".
yang seharusnya membangun seluruh daerah di aceh.
mungkinkah seluruh aceh akan maju dengan tujuan tarmizi tersebut sebagai gubernur..?
rasanya takkan mungkin, bupati pun tak mampu, apalagi gubernur.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar